Perpindahan Bandara Internasional Polonia Medan ke Bandara Kuala Namu

17 10 2011

MEDAN – Walaupun Bandara Internasional Kuala Namu di Desa Beringin, Kabupaten Deli Serdang digadang-gadang selesai tahun 2012 mendatang, tapi perpindahan Bandara Internasional Polonia Medan ke Bandara Kuala Namu tidak gampang. Perpindahan ini dirasa sangat tidak memungkinkan mengingat sejumlah tahapan belum dilakukan.  

Air Trafic Services (ATS) Regional Coordinator, Syafei Samsudin mengatakan, perpindahan bandar udara ada dua, perpindahan air service-nya dan perpindahan airport (sisi darat). Dia menyebutkan, ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan sebelum sebuah Bandar udara dipindahkan. Satu diantaranya, pengumuman kepada seluruh dunia bahwa akan ada perpindahan bandara 56 hari atau dua bulan sebelum bandara baru beroperasi. Selain itu, tahapan lain yang tak kalah penting adalah trial operation.

“Karena kan peralatan di sana semuanya baru. Karena itu harus ada trial operation, mencoba peralatan, mana kira-kira yang layak atau enggak, dimana kekurangannya, itu kan user-nya kita sebagai pengatur lalu lintas udara,” ujarnya hari ini.

Syafei menambahkan, trial operation bukanlah hal yang sederhana. Dibutuhkan pelatihan untuk memahami dan bisa menggunakan peralatan baru tersebut. “Tidak mudah, misalnya alat ini suka mati setiap detik, yang lain masih kurang, atau bagaimana. Ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit,” bebernya.

Dia menjelaskan, untuk trial operation, dibutuhkan waktu paling cepat tiga bulan. Dalam tahap itu, jika belum puas, pelatihan dapat diperpanjang lagi hingga peralatan tersebut bisa mengakomodir apa yang diinginkan. Bila trial operation tidak berhasil, waktu percobaan dapat diperpanjang hingga sampai setahun, bahkan bisa lebih.

“Trial itu bisa sampai satu hingga tiga tahun. Di Jepang, pernah trial alat sampai empat tahun. Dan kita juga pernah sampai tiga tahun. Karena itu enggak mudah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Sjafei, masih ada tahapan lain yang harus dilakukan bila trial operation berhasil dilalui dengan baik. Yakni tahap komisioning yang memakan waktu sekitar tiga bulan.

Sjafei menjelaskan, traning ini merupakan apilkasi dari trial training, misalnya apakah alat itu bisa dipakai atau tidak. Ada juga shadow operation saat perpindahan, belum lagi training SDM yang diperkirakan memakan waktu paling sedikit tiga bulan. Bila digabungkan, maka waktu untuk melewati seluruh tahapan itu genap satu tahun. Sementara waktu yang tersisa untuk penyelesaian Bandara Kuala Namu tinggal setahun lagi.  

“Makanya kalau ada statement 2012 akan pindah, kami sebagai orang-orang dari profesi itu menjadi miris, ini betul enggak,” paparnya.

Menurut Sjafei, hingga kini, belum ada satu pun dari tahapan tersebut yang sudah dilakukan dalam konteksi perpindahan Bandara Polonia ke Bandara Kuala Namu tersebut. “Kita enggak tahu. Seharusnya Kuala Namu counter part-nya adalah kita, ternyata kita tidak dijadikan counter part mereka. Dan ini bukan salah mereka. Mereka kan punya proyek, ya dilakukan saja yang ada di situ, kalau tidak ada, ya tidak dilakukan,” jelasnya.

Oleh karena itu, ujar Sjafei, jika Bandara Kuala Namu tetap dioperasikan pada 2012 nanti, sementara seluruh tahapan tersebut belum dilalui, maka ATS berhak menolak.

“Kita berhak menolak. Kalau kita belum tahu alat itu apa, makanya harus ada training. Dalam UU No 1 tahun 2009 tentang penerbangan, orang yang mengoperasikan sesuatu tanpa sertifikat itu bisa dihukum,” cetusnya.

Sementara itu, GM PT Angkasa Pura II cabang Polonia Medan, Bram Baroto Ciptadi mengatakan, pihaknya didesak untuk melancarkan perpindahan bandara itu. Dan perpindahan Bandara Polonia ke Kuala Namu sangat mendesak mengingat kapasitas Bandara Polonia yang sudah tidak memadai dengan jumlah penerbangan.

Bandara Polonia yang kapasitasnya 900 ribu per tahun kini pergerakannya sudah 192 penerbangan dalam sehari. Bahkan, pada tahun 2011 ini, sudah 7 juta kapasitas. Akhir tahun 2012, diprediksi penumpang akan mencapai 8 juta, sehingga Bandara Kuala Namu diharapkan selesai tepat waktu.

Pada kesempatan yang sama, Razali Abubakar, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah II mengatakan, bila melihat interval waktu yang tinggal setahun, perpindahan ini sangat mepet dan rasanya dikhawatirkan tidak akan cukup waktunya. Selain itu, masih ada hambatan untuk perpindahan itu sendiri.

“Namun, bila ini dipacu, apalagi pengerjaan seudah 84 persen, maka Bandara Kuala Namu dapat selesai tepat waktu,” ujarnya.

sumber


Actions

Information

One response

17 10 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: